Rabu, 13 Februari 2013

Kesalahan-Kesalahan yang Sering Dilakukan oleh Fotografer Pemula

     Seorang fotografer di dunia fotografi bukanlah malaikat yang tanpa cacat. Fotografer juga tak lepas dari kesalahan, apalagi fotografer pemula. Namun jika kesalahan teknis fotografi ini terjadi pada setiap kali memotret (take picture) terjadi, maka fotografer harus lebih belajar memotret.
     Berikut beberapa kesalahan yang paling sering dilakukan oleh fotografer pemula bahkan bukan pemula.



1. Baterai Habis
Kesalahan tertinggi pada pemakai kamera digital, baik kamera saku (pocket) maupun DSLR, yaitu adalah seringnya baterai habis. Tingkat kesalahan inimencapai 35,20%. Kamera digital memang hanya bekerja kalau ada baterai di dalamnya. Dan kamera digital yang laris umumnya mempunya baterai yang tahan lama, setidaknya bisa digunakan untuk 500 kali pemotretan. Kesalahan karena baterai habis biasanya disebabkan beberapa hal, yaitu 
   (1) Persiapan yang kurang matang, sehingga fotografer lupa mengisi penuh baterai sebelum digunakan
    (2) Seringnya fotografer melihat hasil foto di LCD setiap kali usai jepret karena kurang yakin dengan hasilnya
    (3) Karena tidak mematikan power kamera usai pemakaian, atau langsung dimasukkan dalam tas kamera.

2. Gambar Blur akibat Kamera Goyang
Gambar kabur akibat kamera berguncang saat digunakan adalah kesalahan fotografer pemula yang tingkatnya mencapai 29,30%. Guncangan kamera (camera shake) adalah kesalahan yang dilakukan oleh pemakainya. Namun, kamera yang baik akan meminimalkan hal ini dengan bentuknya yang ergonomis dan kecepatan rana yang lebih tinggi. Saat ini kamera maupun lensa  telah dilengkapi fasilitas VR (Vibration Reduction) untuk Nikon atau IS (Image Stabilizer) untuk Canon. Fungsinya adalah untuk mengurangi gambar yang blur. Jika anda ingin membeli kamera digital, pilihlah kamera yang memiliki fasilitas tersebut.


3. Gambar Blur akibat Objek Foto Bergerak
Kesalahan ini sering dilakukan hingga nilainya mencapai 22,70%. Kesalahan ini adalah akibat pemakai salah memperkirakan kecepatan obyek foto dengan shutter speednya.

4. Terlambat Memotret (Time Lag)
Kesalahan lainnya dari fotografer pemula adalah terlambatnya memotret adegan akibat kelambatan reaksi kamera atau bisa juga tidak pekanya sang fotografer. Hal ini biasa disebut time lag, yaitu jeda antara rana ditekan dan ketika kamera bereaksi.Namun kini time lag bisa diatasi karena kamera digital yang beredar umumnya sudah mempunyai reaksi cepat, tinggal tergantung kepekaan fotografernya.

5. Salah Fokus (Miss Focus)
Kesalahan ini persentasenya cukup tinggi yaitu mencapai16,80%. Kesalahan ini umumnya menyangkut focusing pit alias fokus lari ke bidang nun jauh di sana. Atau, bisa juga dikarenakan auto focus di kamera tidak di lock, sehingga ketika memotret focusnya berubah ke obyek yang lain. Hal ini bisa diakali dengan memperkecil aperture dengan angka lebih besar agar sudut fokusnya lebih lebar. Selain itu kamera digital sekarang sudah banyak yang dilengkapi fasilitas face detection

6. Foto Terlalu Gelap (Underexposure)
Kesalahan ini juga sering dilakukan oleh fotografer yaitu foto terlalu gelap yang kesalahannya mencapai 19,30%. Foto terlalu gelap (underexposure) karena kurangnya perkiraan fotografer dengan kondisi pencahayaan (lighting) di sekeliling obyek yang akan di foto. Untuk mengurangi kejadian ini, fotografer harus menyalakan lampu flash, baik yang di body camera atau eksternal flash.

7. Memori Penuh
Tingkat kesalahan akibat memori penuh mencapai 16,50%. Secara tidak sengaja, kesalahan ini juga sering terjadi. Untuk mengurangi kesalahan ini, periksalah terlebih dahulu memory card yang Anda gunakan setiap kali akan memotret. Jika penuh, copy-lah terlebih dahulu di harddisk komputer Anda.

8. Foto Terlalu Terang (Overexposure) 
Tingkat kesalahan ini mencapai 12,20%. Foto terlalu terang terjadi karena terlalu banyaknya cahaya yang mengenai objek foto atau setinganya kamera yang kurang tepat. Walaupun kadang-kadang beberapa fotografer sangat suka memainkan Overexposure di dalam karya-karyanya, namun untuk objek tertentu, foto yang terlampau terang justru tidak tepat

9. Salah WB (White Balance)
Tingkat kesalahan white balance mencapai 6,8%. Akibat dari salah white balance maka warna dari obyek yang difoto pun menjadi kurang tepat. Kadang-kadang terlalu kuning, terlalu biru, kemerahan, dan lain-lain. Untuk menghindari terjadinya kesalahan ini adalah dengan menempatkan setingan white balance pada Auto (A).


10. Salah Penyetelan Ukuran Foto (Pixel)
Kesalahan penyetelan piksel mencapai 10%. Kesalahan ini akan berakibat fatal ketika Anda membutuhkan foto dengan ukuran besar. Misalnya, ketika Anda mencetak foto dalam ukuran besar seperti 24R, jika foto hanya berukuran S (small = +2000 pixel), maka hasil cetakan akan pecah atau noise. Nah, demi keamanan hasil cetak maka aturlah kamera dengan ukuran L (large) dengan model Fine atau RAW.

11. Salah Kecepatan Rana (Shutter Speed)
Tingkat kesalahan kecepatan rana mencapai 5,4%. Kesalahan ini bisa berakibat pada obyek yang kabur (blur), berguncang (shake), atau gelap. Pengaturan yang paling mudah adalah memilih model Full Auto pada kamera Anda, atau Aperture Priority (A/P) sehingga kecepatan menyesuaikan dengan cukup baik.

12. Salah ISO
Salah ISO (International Organisation for Standardization) mencapai 3,7%. Kesalah ini membuat foto akan noise atau bintik-bintik, gelap, dan kualitasnya kurang sempurna. Kamera tertentu memiliki kualitas yang masih bagus apabila ISO-nya masih di bawah angka tertentu (400, 800, 1000 dan lain-lain). Oleh karena itu Anda harus jeli melihat kondisi foto yang akan dipotret.




*)Sumber: http://otodidakfotografi.blogspot.com/
www.poetrafoto.com
9 Langkah Untuk Fotografer Pemula
**)Editor: Muhammad Hafiizh (afii photography)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar