Minggu, 10 Februari 2013

Bagian-Bagian Kamera

Kamera terdiri atas beberapa susunan yang sangat kompleks dan saling berkaitan. Namun, ada beberapa hal yang mendasar yang harus diketahui oleh seorang fotografer. Bagian ini merupakan bagiaan paling penting dalam penangkapan cahaya. Antara lain adalah Body, Lensa, Aperture, Shutter, Viewfinder dan Lightmeter.
  1. Body. Body atau yang biasa disebut dengan badan kamera merupakan bagiaan utama yang memproduksi gambar. Di dalam body terdapat berbagai macam fitur yang dapat menentukan kualitas gambar. Dalam kamera DSLR kita mengenal Range Finder sebagai pengukur ketajaman sebuah objek. Adapula viewfinder atau jendela bidik, masih berada dalam kesatuan body. Tubuh kamera berfungsi untuk melakukan proses pencahayaan yang selanjutnya akan memproduksi gambar. Oleh karena itu body haram hukumnya dimasuki oleh cahaya. Jika Body kamera bocor, cahaya akan merusak gambar
  2. Rana (Shutter). Ibarat pintu masuk bagi cahaya. Rana mengatur cahaya masuk ke dalam kamera lewat hitungan kecepatan. Makin lambat kecepatan rana yang disetel, makin lama juga rana terbuka, begitupun sebaliknya. Shutter Speed berpengaruh untuk objek yang bergerak. Jika ingin membekukan objek, ada baiknya Anda memasang shutter speed di angka yang yang cukup tinggi misalnya 1/4000sec. Namun, jika ingin membuatnya terlihat motion blur, cukup setel shutter di level yang rendah misal 1/10sec
  3. Lensa. Lensa mempunya jobdesk mengantarkan cahaya masuk ke dalam tubuh kamera. Pada permukaan lensa, ada sebuah lapisan yang dibuat dari uap logam. Lapisan itu bernama coating. Inilah yang membantu fotografer berani memandang matahari lewat kamera. Coating yang canggih dapat menghilangkan efek flare yang didapat ketika melawan matahari. Selain itu, coating juga berfungsi untuk menghilangkan efek kabur yang didapat dalam sebuah foto
  4. Gelang Diafragma dan Lubang Aperture. Keduanya tidak bisa dipisahkan karena bekerja sama dalam menyalurkan cahaya yang masuk kedalam kamera. Diafragma adalah cincin yang terbuka untuk menyeleksi cahaya yang masuk. Lubang yang ditinggalakn oleh cincin diafragma disebut aperture. Lubang aperture seperti pupil manusia. Ia membesar dan mengecil bergantung pada cahaya yang menerpanya. Jika kita menyeting diafragma dalam kamera DLSR akan muncul angka-angka- Besar kecilnya angka akan mempengaruhi depth of field pada objek. Dalam istilah fotografi, angka-angka itu disebut f number atau f-stop
  5. Viewfinder. Viewfinder adalah jendela bidik tempat Anada melihat bayangan objek yang akan direkam. Jenis kamera yang berbeda menentukan letak viewfinder. Pada kamera DSLR atau SLR, viewfinder berada tepat dibelakang badan kamera sedangkan kamera TLR menempatkan viewfinder di atas badan kamera.
  6. Lightmeter. Kita sering mendengar isitilah foto yang under dan foto yang over. Masuknya cahaya ke dalam kamera, diukur oleh alat ini. Ia menetukan apakah cahaya yang masuk terlalu sedikit ataukah terlalu banyak. Alat membantu para fotograferuntuk mendapatkan setingan cahaya sesuai keinginan. Apakah itu cahaya yang normal, under, atau over. Lightmeter memiliki beberapa jenis. Ada yang terpasang di dalam kamera, ada juga yang dipasang terpisah.
  7. White Balance. Hampir seluruh kamera DSLR memiliki fitur ini. White balance adalah alat untuk mengatur warna putih yang dihasilkan oleh cahaya. Pada dasarnya, fitur ini digunakan untuk menyingkirkan warna yang tidak realistis dalam kamera. Biasanya, white balance ditentukan oleh suhu ruangan atau daerah sekitar fotografer. Ada alat untuk mengukur temperatur yang bisa disesuaikan dengan white balance. Alat ini mengukur suhu dengan satuan Kelvin.


*)Sumber: Dunia komputer, Belajar fotografi
**) Editor: Muhammad Hafiizh (afii photography) 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar