Sabtu, 30 Maret 2013

Mengenal Kode pada Lensa Canon

          Dalam entri sebelumnya saya telah mengajak teman-teman fotografer untuk mengenal kode pada lensa Nikon, pada entri kali ini saya akan mengajak teman-teman fotografer khususnya Canonian untuk mengenal kode pada lensa Canon.



EF  –  ElectroFocus

EF adalah singkatan dari ElectroFocus, yaitu lensa tersebut memiliki motor sendiri untuk autofokus. Lensa EF didesain khusus untuk kamera Canon full frame (EOS 5D Mark xx, EOS 1D Mark xx), tetapi tetap dapat digunakan pada bodi kamera non-full frame. Hanya saja perlu diperhatikan adalah adanya crop factor dari bodi kamera non-full frame, sehingga lebar gambar yang ditangkap akan berbeda hasilnya (lebih sempit).

EF-S  –  ElectroFocus Shortback

Sama seperti pada lensa EF, hanya saja secara fisik ujung belakang lensa lebih masuk ke dalammounting kamera. Lensa EF-S didesain khusus untuk kamera Canon non-full frame, jadi tidak bisa digunakan pada kamera full frame.

L  –  Luxury

Lensa yang serinya memang lebih mewah dibanding EF dan EF-S standar. Lensa Canon seri L dirancang menggunakan material optik berkualitas prima sehingga harganya jadi lebih mahal. Lensa tipe ini memang ditujukan untuk kalangan fotografer profesional atau pehobi kelas berat atau yang memang punya uang untuk membelinya. Semua lensa seri L berada dalam tipe lensa EF sehingga bisa digunakan pada kamera full frame maupun kamera non-full frame.

IS  –  Image Stabilizer

Seperti namanya, lensa yang mempunyai kode ini dilengkapi dengan teknologi Image Stabilizer, yaitu teknologi yang berfungsi untuk mengkompensasi getaran tangan saat melakukan pemotretan. Fungsi ini sangat berguna untuk pemotretan dengan cahaya rendah atau saat pemotretan jarak jauh.

USM  –  Ultra Sonic Motor

Lensa yang dilengkapi kode USM berarti lensa tersebut memiliki motor auto focus yang lebih cepat, suara yang tidak berisik dan lebih hemat konsumsi baterenya. Kemudahan lainnya adalah kita bisa mengganti mode auto focus ke mode manual focus hanya dengan memutar ring lensa. Sangat berguna jika subyek foto bergerak terus.

DO  –  Diffractive Optic

Lensa dengan fitur DO dirancang untuk meminimalkan chromatic aberration (efek halo pada subjek foto) sekaligus mengurangi berat serta ukuran lensa.

f/number  –  Aperture Number

Kode ini menunjukkan nilai bukaan diafragma lensa. Ada 2 tipe, pertama adalah yang mempunyai nilai bukaan diafragma konstan, ditandai dengan 1 angka saja, misalnya f/2.8 atau f/4. Kedua, mempunyai nilai bukaan diafragma variabel, ditandai adanya 2 angka, misalnya f/3.5-4.5 atauf/3.5-5.6

Number(mm)  –  Angka Focal Length

Setiap lensa pasti ada angka focal length / panjang fokal. Kode tersebut jelas memang untuk menunjukkan panjang fokal lensa tersebut terhadap sensor image-nya. Ada 2 tipe, pertama jika hanya ada 1 angka saja berarti Prime Lens, misal 50mm atau 85mm. Kedua jika ada 2 angka berarti Zoom Lens, misal 24-105mm atau 18-55mm.
Contoh cara membaca kode pada lensa Canon
1. EF 24-105mm f/4.0L IS USM
EF – ElectroFocus, dapat digunakan untuk full frame dan non-full fram.
24-105mm – Zoom Lens dengan panjang fokal lensa 24mm s/d 105mm.
f/4.0 – Diafragma konstan pada f/4.0.
L – Termasuk dalam jajaran lensa tipe Luxury (L).
IS – Lensa tersebut sudah dilengkapi teknologi Image Stabilizer.
USM – Motor autofocus yang digunakan sudah berjenis ultrasonic motor (USM).

2. EF 50mm f/1.2L USM
EF – ElectroFocus, dapat digunakan untuk full frame dan non-full frame.
50mm – Prime Lens dengan panjang fokal lensa 50mm.
f/1.2 – Diafragma konstan pada f/1.2.
L – Termasuk dalam jajaran lensa tipe Luxury (L).
USM – Motor autofocus yang digunakan sudah berjenis ultrasonic motor (USM).


3. EF-S 10-22mm f/3.5-4.5 USM


EF-S – ElectroFocus Shortback, dapat digunakan hanya untuk non-full frame.
10-22mm – Zoom Lens dengan panjang fokal lensa 10mm s/d 22mm.
f/3.5-4.5 – Diafragma variabel. Pada posisi 10mm, f/3.5 sedangkan pada posisi 22mm, f/4.5.
USM – Motor autofocus yang digunakan sudah berjenis ultrasonic motor (USM).


*)Sumber: http://www.springtheworld.com
**)Editor: Muhammad Hafiizh (afii photography)

Jumat, 29 Maret 2013

Mengenal Kode pada Lensa Nikon

             Dalam entri kali ini saya akan mengajak para teman-teman fotografer untuk mengenal kode-kode pada lensa Nikon, sepertinya entri kali ini recomended banget buat para Nikonian.


DX

Lensa dengan kode huruf DX berarti lensa tersebut khusus didisain untuk kamera Nikon non-full frame (DX-format) seperti D3100, D5100, D5200, atau D300s. Lensa DX juga bisa dipakai dikamera Nikon full frame (FX-format) seperti D4, D600, atau D800, hanya saja resolusi foto yang dihasilkan akan berbeda.


AF
AF adalah singkatan dari Auto Focus, artinya adalah pencarian fokus bisa dilakukan secara otomatis melalui kamera. Secara sederhana Auto Focus adalah kebalikan dari Manual Focus.


AF-D  –  Auto Focus with Distance Information
Sama seperti lensa AF (Auto Focus), hanya saja dilengkapi dengan fitur informasi jarak kamera dan subyek foto. Tentunya informasi yang diberikan oleh lensa ini dikirim pada saat subyek foto sudah dalam keadaan fokus. Informasi jarak tersebut diolah oleh kamera untuk menentukan metering.

AF-S  –  Auto Focus Dengan Silent Wave Motor

Lensa AF-S memiliki motor didalamnya sehingga Auto Focus bisa bekerja dengan semua jenis kamera DSLR Nikon, baik memiliki motor sendiri maupun yang tidak memiliki motor sendiri.


IF  –  Internal Focusing
Lensa menggerakkan elemen-elemen internal untuk pencarian fokus. Jadi lensa ini tidak seperti kebanyakan lensa lain yang menggerakkan elemen depan lensa untuk pencarian fokusnya. Panjang lensa menjadi tetap karena barel depan tidak bergerak / berputar. Keunggulan lain fitur IF ini adalah mampu mencari fokus lebih cepat dibandingkan lensa non IF selain itu cocok jika kita menggunakan filter CPL atau ND.


RF  –  Rear Focusing
Lensa menggerakkan elemen-elemen belakang lensa untuk pencarian fokusnya.


SWM  –  Silent Wave Motor
Lensa dengan nama ini memiliki fitur penggantian mode pencarian fokus dari auto focus ke manual focus secara cepat hanya dengan memutar focusing ring, jadi berbeda dengan lensa AF-D yang menggunakan switch.


G
Jika kita melihat huruf G dibelakang angka bukaan diafragma lensa / aperture lensa, berarti lensa tersebut tidak memiliki ring pengatur bukaan diafragma lensa / aperture. Bukaan diafragma dikontrol melalui bodi kamera. Hampir semua lensa Nikon saat ini bertipe G.


ED  –  Extra Low Dispersion
Lensa ini menggunakan lensa ED yang meminimalkan efek chromatic aberration, efek yang disebabkan perpendaran cahaya yang melewati lensa karena perbedaan panjang gelombang cahaya..


DC  –  Defocus Control
Lensa dengan fitur ini memungkinkan kita untuk mengubah karakteristik distorsi lensa sehingga “tampilan” dari out-of-focus / bokeh suatu unsur di latar depan atau latar belakang dapat diubah untuk menghasilkan foto lebih menyenangkan terutama fotoportrait / potret.


VR  –  Vibration Reduction
Fitur untuk mereduksi getaran tangan. Fitur ini sama dengan fitur IS pada Canon. Jadi sangat berguna ketika kita memotret pada kecepatan rana / shutter speed rendah. Lensa berfitur VR dilengkapi dengan sensor gerakan yang mendeteksi pergerakan / getaran tangan dan kemudian mengkompensasinya sehingga bisa meminimalisir blur.


Micro
Nikon menggunakan kata Micro pada lensa makronya. Jadi artinya sama dengan macro / makro. Lensa untuk keperluan khusus fotografi makro.


N  –  Nano Crystal Coat
Nano Crystal Coat adalah lapisan lensa yang lebih mampu mengurangi pantulan cahaya yang datang tegak lurus terhadap lensa dibandingkan dengan lapisan / coating anti-refleksi konvensional. Lensa dengan lapisan Nano Crystal Coat mengurangi ghosting dan flare yang disebabkan oleh cahaya yang datang dengan sudut miring yang sulit dihilangkan oleh pelapis /coating konvensional


PC-E  –  Perspective Control with Electronic Diapragm
Lensa ini mempunyai fitur tilt-shift sehingga lensa bisa digeser atau dibengkokkan. Biasanya digunakan untuk keperluan fotografi arsitektur.


SIC – Super Integrated Coating
Lensa yang dilengkapi dengan Super Integrated Coating, fitur yang mampu menghasilkan warna yang lebih bagus dan mampu meminimalkan ghosting dan flare.

Contoh cara membaca kode pada lensa Nikon


1. Nikon AF-S 17-55mm f/2.8 G IF-ED DX

17-55mm  Zoom Lens dengan panjang focal lensa 17mms/d55mm.
AF-S – AutoFocus dan mempunyai motor sendiri, dapat digunakan untuk kamera yang ada motor fokus maupun yang tidak ada.
f/2.8 – Diafragma konstan pada f/2.8.
G – Tipe G, tidak memiliki ring aperture.
IF – Elemen fokus berada di dalam lensa.
ED – Menggunakan lensa ED untuk meminimalkan efek chromatic aberration.
DX – Lensa khusus didisain untuk kamera Nikon non-full frame (DX-format).


2. Nikon AF-S 85mm f/3.5 IF ED VR II DX Micro

AF-S – AutoFocus dan mempunyai motor sendiri, dapat digunakan untuk kamera yang ada motor fokus maupun yang tidak ada.
85mm – Prime Lens dengan panjang fokal lensa 85mm.
f/3.5 – Diafragma konstan pada f/3.5.
IF – Elemen fokus berada di dalam lensa.
ED – Menggunakan lensa ED untuk meminimalkan efek chromatic aberration.
VR – Dilengkapi dengan sensor gerakan yang mendeteksi pergerakan / getaran tangan.
DX – Lensa khusus didisain untuk kamera Nikon non-full frame (DX-format).
Micro – Lensa khusus untuk keperluan fotografi makro.

3. Nikon AF-S 70-300mm f/4.5-5.6 G IF ED VR

AF-S – AutoFocus dan mempunyai motor sendiri, dapat digunakan untuk kamera yang ada motor fokus maupun yang tidak ada.
70-300mm – Zoom Lens dengan panjang fokal lensa 70mm s/d 300mm.
f/4.5-5.6 – Diafragma variabel. Pada posisi 70mm, f/4.5 sedangkan pada posisi 300mm, f/5.6.
G – Tipe G, tidak memiliki ring aperture.
IF – Elemen fokus berada di dalam lensa.
ED – Menggunakan lensa ED untuk meminimalkan efek chromatic aberration.
VR – Dilengkapi dengan sensor gerakan yang mendeteksi pergerakan / getaran tangan.

*)Sumber: http://www.springtheworld.com
**)Editor: Muhammad Hafiizh (afii photography)

Rabu, 13 Februari 2013

Kesalahan-Kesalahan yang Sering Dilakukan oleh Fotografer Pemula

     Seorang fotografer di dunia fotografi bukanlah malaikat yang tanpa cacat. Fotografer juga tak lepas dari kesalahan, apalagi fotografer pemula. Namun jika kesalahan teknis fotografi ini terjadi pada setiap kali memotret (take picture) terjadi, maka fotografer harus lebih belajar memotret.
     Berikut beberapa kesalahan yang paling sering dilakukan oleh fotografer pemula bahkan bukan pemula.



1. Baterai Habis
Kesalahan tertinggi pada pemakai kamera digital, baik kamera saku (pocket) maupun DSLR, yaitu adalah seringnya baterai habis. Tingkat kesalahan inimencapai 35,20%. Kamera digital memang hanya bekerja kalau ada baterai di dalamnya. Dan kamera digital yang laris umumnya mempunya baterai yang tahan lama, setidaknya bisa digunakan untuk 500 kali pemotretan. Kesalahan karena baterai habis biasanya disebabkan beberapa hal, yaitu 
   (1) Persiapan yang kurang matang, sehingga fotografer lupa mengisi penuh baterai sebelum digunakan
    (2) Seringnya fotografer melihat hasil foto di LCD setiap kali usai jepret karena kurang yakin dengan hasilnya
    (3) Karena tidak mematikan power kamera usai pemakaian, atau langsung dimasukkan dalam tas kamera.

2. Gambar Blur akibat Kamera Goyang
Gambar kabur akibat kamera berguncang saat digunakan adalah kesalahan fotografer pemula yang tingkatnya mencapai 29,30%. Guncangan kamera (camera shake) adalah kesalahan yang dilakukan oleh pemakainya. Namun, kamera yang baik akan meminimalkan hal ini dengan bentuknya yang ergonomis dan kecepatan rana yang lebih tinggi. Saat ini kamera maupun lensa  telah dilengkapi fasilitas VR (Vibration Reduction) untuk Nikon atau IS (Image Stabilizer) untuk Canon. Fungsinya adalah untuk mengurangi gambar yang blur. Jika anda ingin membeli kamera digital, pilihlah kamera yang memiliki fasilitas tersebut.


3. Gambar Blur akibat Objek Foto Bergerak
Kesalahan ini sering dilakukan hingga nilainya mencapai 22,70%. Kesalahan ini adalah akibat pemakai salah memperkirakan kecepatan obyek foto dengan shutter speednya.

4. Terlambat Memotret (Time Lag)
Kesalahan lainnya dari fotografer pemula adalah terlambatnya memotret adegan akibat kelambatan reaksi kamera atau bisa juga tidak pekanya sang fotografer. Hal ini biasa disebut time lag, yaitu jeda antara rana ditekan dan ketika kamera bereaksi.Namun kini time lag bisa diatasi karena kamera digital yang beredar umumnya sudah mempunyai reaksi cepat, tinggal tergantung kepekaan fotografernya.

5. Salah Fokus (Miss Focus)
Kesalahan ini persentasenya cukup tinggi yaitu mencapai16,80%. Kesalahan ini umumnya menyangkut focusing pit alias fokus lari ke bidang nun jauh di sana. Atau, bisa juga dikarenakan auto focus di kamera tidak di lock, sehingga ketika memotret focusnya berubah ke obyek yang lain. Hal ini bisa diakali dengan memperkecil aperture dengan angka lebih besar agar sudut fokusnya lebih lebar. Selain itu kamera digital sekarang sudah banyak yang dilengkapi fasilitas face detection

6. Foto Terlalu Gelap (Underexposure)
Kesalahan ini juga sering dilakukan oleh fotografer yaitu foto terlalu gelap yang kesalahannya mencapai 19,30%. Foto terlalu gelap (underexposure) karena kurangnya perkiraan fotografer dengan kondisi pencahayaan (lighting) di sekeliling obyek yang akan di foto. Untuk mengurangi kejadian ini, fotografer harus menyalakan lampu flash, baik yang di body camera atau eksternal flash.

7. Memori Penuh
Tingkat kesalahan akibat memori penuh mencapai 16,50%. Secara tidak sengaja, kesalahan ini juga sering terjadi. Untuk mengurangi kesalahan ini, periksalah terlebih dahulu memory card yang Anda gunakan setiap kali akan memotret. Jika penuh, copy-lah terlebih dahulu di harddisk komputer Anda.

8. Foto Terlalu Terang (Overexposure) 
Tingkat kesalahan ini mencapai 12,20%. Foto terlalu terang terjadi karena terlalu banyaknya cahaya yang mengenai objek foto atau setinganya kamera yang kurang tepat. Walaupun kadang-kadang beberapa fotografer sangat suka memainkan Overexposure di dalam karya-karyanya, namun untuk objek tertentu, foto yang terlampau terang justru tidak tepat

9. Salah WB (White Balance)
Tingkat kesalahan white balance mencapai 6,8%. Akibat dari salah white balance maka warna dari obyek yang difoto pun menjadi kurang tepat. Kadang-kadang terlalu kuning, terlalu biru, kemerahan, dan lain-lain. Untuk menghindari terjadinya kesalahan ini adalah dengan menempatkan setingan white balance pada Auto (A).


10. Salah Penyetelan Ukuran Foto (Pixel)
Kesalahan penyetelan piksel mencapai 10%. Kesalahan ini akan berakibat fatal ketika Anda membutuhkan foto dengan ukuran besar. Misalnya, ketika Anda mencetak foto dalam ukuran besar seperti 24R, jika foto hanya berukuran S (small = +2000 pixel), maka hasil cetakan akan pecah atau noise. Nah, demi keamanan hasil cetak maka aturlah kamera dengan ukuran L (large) dengan model Fine atau RAW.

11. Salah Kecepatan Rana (Shutter Speed)
Tingkat kesalahan kecepatan rana mencapai 5,4%. Kesalahan ini bisa berakibat pada obyek yang kabur (blur), berguncang (shake), atau gelap. Pengaturan yang paling mudah adalah memilih model Full Auto pada kamera Anda, atau Aperture Priority (A/P) sehingga kecepatan menyesuaikan dengan cukup baik.

12. Salah ISO
Salah ISO (International Organisation for Standardization) mencapai 3,7%. Kesalah ini membuat foto akan noise atau bintik-bintik, gelap, dan kualitasnya kurang sempurna. Kamera tertentu memiliki kualitas yang masih bagus apabila ISO-nya masih di bawah angka tertentu (400, 800, 1000 dan lain-lain). Oleh karena itu Anda harus jeli melihat kondisi foto yang akan dipotret.




*)Sumber: http://otodidakfotografi.blogspot.com/
www.poetrafoto.com
9 Langkah Untuk Fotografer Pemula
**)Editor: Muhammad Hafiizh (afii photography)

Senin, 11 Februari 2013

Tips untuk Fotografer Pemula dan Mengawali Memasuki Dunia Fotografi


Dalam tulisan kali ini saya akan menuliskan beberapa tips untuk para fotgrafer pemula yang akan telah memasuki dunia fotografi ataupun yang akan memasuki dunia fotografi.


1. Jangan tergesa-gesa membeli perangkat fotografi yang mahal

Kemungkinan untuk menghasilkan foto yang baik dengan menggunakan kamera yang murah seperti kamera saku sangat mungkin terjadi, jika tidak percaya lihat lah hasil-hasil foto berikut ini menggunakan kamera saku. Semakin banyak Sobat mengambil foto, maka kalian akan semakin mengerti tentang kebutuhan kamera ketika akan melakukan upgrade perangkat fotografi.

2. Pertimbangkan membeli Tripod

Tripod yang tidak terlalu mahal dan kokoh kiranya layak untuk dipertimbangkan, terutama jika Sobat memiliki kecenderungan tangan yang bergetar, kalian akan terkejut dan puas ketika melihat hasil jepretan dengan menggunakan Tripod. jika ingin foto lebih stabil lagi, kalian bisa menggunakan fitur timer atau shutter release ketika menggunakan Tripod.


3. Bawa kamera kalian kemanapun pergi

Peluang foto yang bagus sering kali datang ketika sobat tidak menyadari atau mengharapkannya, dan jika kalian bisa menyederhanakan perangkat kamera kalian, seperti membawa hanya tas kamera serta tripod maka bawalah perangkat tersebut kemana kalian pergi, dan tentunya kalian tidak akan menyesal ketika tiba-tiba mendapatkan peluang foto yang jarang sekali terjadi. Jika Sobat memiliki handphone yang memiliki fitur kamera, maka gunakan untuk mengambil gambar sebagai 'note' untuk pemandangan itu, dan sobat bisa kembali dengan membawa kamera yang sebenarnya.

4. Buatlah daftar foto yang ingin Sobat ambil

Jika sobat tidak bisa membawa serta kamera kalian, maka setidaknya tetaplah membawa buku saku dan selalu mencatat tempat-tempat yang sobat ingin kembali untuk memotret tempat tersebut. pastikan sobat mencatat setiap detil yang penting, seperti pencahayaan, sehingga sobat bisa kembali ketempat tersebut di waktu yang sama atau pada saat cuaca yang tepat. Jika sobat tidak ingin membawa buku saku, maka kalian bisa mengirimkan catatan via email lewat handphone,

5. Jangan mengabaikan subyek yang 'biasa' dalam fotografi

Sobat mungkin tidak melihat sesuatu yang menarik dan layak dipotret di kamar tamu atau halaman belakang, tetapi setidaknya cobalah melihat sekeliling dengan sudut pandang yang baru. Sobat mungkin bisa menemukan spektrum cahaya atau beberapa bunga liar di halaman belakang rumah kalian, seringkali sebuah obyek sederhana bisa menciptakan foto yang bagus.

6. Nikmatilah proses belajar fotografi

Hal yang paling menarik mempelajari sebuah hobi seperti fotografi, adalah tidak ada kata cukup dalam mempelajarinya. Sumber inspirasi banyak sekali bisa ditemukan disekeliling kalian. Lihatlah semua hal tersebut menggunakan mata seorang fotografer dan Sobat akan menemukan peluang foto yang tidak kalian sadari sebelumnya.

7. Manfaatkan Sumber online belajar fotografi gratis

Pelajari foto-foto yang dihasilkan oleh fotografer profesional melalui situs seperti flickr, atau website yang berbagi informasi tentang teknik fotografi seperti InFotografi, disana bisa kalian temukan inspirasi dan tips tentang dunia fotografi. Jika Sobat tertarik untuk belajar mengenai post-processing dan masih belum ada anggaran biaya untuk membeli software seperti Adobe Photoshop, cobalah gunakan software free seperti GIMP

8. Terus melakukan uji coba pada pengaturan kamera

Kamera saku yang Sobat miliki bisa jadi memiliki fitur yang jauh lebih fleksibel dari yang kalian ketahui sekarang. Bacalah buku petunjuk atau manual untuk bantuan mengartikan simbol-simbol yang ada dalam pengaturan kamera. Cobalah memotret satu subyek dengan menggunakan pengaturan yang berbeda, lihat dan pelajari serta  pilihlah hasil mana yang paling kalian sukai. Ketika me-review ulang foto-foto tersebut pada komputer, coba lihat EXIF data setiap foto untuk melihat kembali pengaturan kamera yang kalian gunakan saat memotret.

9. Pelajari aturan-aturan dasar

Seperti yang kita ketahui, banyak sekali informasi tentang dunia fotografi tersebar secara online di internet. Mulailah dengan beberapa artikel tentang komposisi. Terbukalah pada pendapat - pendapat dari fotografer yang lebih berpengalaman mengenai teknik fotografi yang mereka gunakan. Sobat tentunya harus mengetahui dan memahami aturan dasar sebelum melanggarnya bukan?

10. Memotretlah secara rutin

Cobalah memotret sesuatu setiap hari, jika Sobat tidak bisa melakukannya, maka pastikan kalian berlatih secara rutin sehingga Sobat tidak lupa apa yang telah kalian pelajari sebelumnya. Cara yang paling baik melakukan ini adalah memberikan pada diri sendiri sebuah tantangan fotografi setiap minggunya.

11. Jangan takut untuk bereksperimen

Jika Sobat menggunakan kamera digital, lakukan uji coba secara terus menerus dan kemungkinan besar kalian akan menemukan sesuatu yang sangat kalian sukai, dan tentunya kalian akan belajar banyak melalui proses belajar ini.



*)Sumber: http://www.infotografi.com
**)Editor: Muhammad Hafiizh (afii photography)

Tips Memotret dengan Kamera Handphone

Foto bagus tidak selalu dihasilkan oleh kamera yang bagus, tetapi hanya kebanyakan. Kali ini saya akan menulis beberapa tips memotret dengan menggunakan kamera handphone atau mungkin lebih populernya sekarang menggunakan smartphone
Berikut adalah 12 tips memotret menggunakan kamera handphone ataupun smartphone.

1. Ini masalah pencahayaan. Mengambil foto pada kondisi cahaya yang bagus—pagi hari atau menjelang senja—memiliki kemungkinan untuk mengubah foto yang biasa jadi luarbiasa!

2. Jangan gunakan fitur zoom. Hasil zoom dari ponsel sangat buruk dan bisa menjadi awal dari hasil yang buruk. Jika ingin memperoleh gambar yang lebih dekat, mendekatlah dengan kaki Anda, bukan dengan tombol zoom.

3. Kunci eksposur dan fokus. Dengan aplikasi kamera default, tekan/tap dan tahan tombol Shutter. Ketika tanda kotak berkedip, artinya eksposur dan fokus sudah terkunci. Baru ambil gambar dengan menekan penuh tombol shutter atau melepas jari dari layar. 

4.  Edit, edit edit. Tahan diri, jangan share semua jepretan Anda. Posting atau share hanya hasil yang bagus agar pengikut Anda, misalnya di Instagram, bertambah. “Kami tidak ingin melihat 1000 foto dari anakmu, tampilkan yang paling bagus saja!”

5. Jangan terlalu menilai tinggi masalah teknik. Latihlah kemampuan Anda melakukan observasi. 

6. Belajarlah untuk mengamati dan melihat secara lebih mendalam. Filter tidak bisa menggantikan mata yang baik. Perhatikan momen, cahaya, dan objeknya. Jika Anda akan menambahkan efek sepia, black and white, atau filter lainya nanti, silahkan saja. Untuk keperluan jurnalisme, sebaiknya tinggalkan yang namanya filter itu.

7. Jepret diam-diam untuk mendapat hasil yang alami. Lakukan pengambilan gambar secara diam-diam agar objek manusia tidak tahu bahwa gambarnya sedang diambil. Kecenderungan seseorang ketika tahu sedang difoto adalah bergaya: hasilnya sangat tidak natural.

8. Buat target dan tenggat. Ambil 20 gambar untuk satu benda dari berbagai sudut. Anda akan melihat bahwa dunia tampak berbeda jika dipandang dari sudut yang berbeda. Bahkan jika Anda sekedar berjalan memutari segelas kopi di dapur, akan terlihat bedanya sudut pengambilan gambar dan pencahayaan yang jatuh padanya.

9. Ketahui apa yang ingin Anda lihat sebelum dapat melihatnya. Buat daftar tentang apa yang ingin Anda foto hari ini dan temukan. Cara ini akan mengasah intuisi dan pengalaman Anda.

10. Pelajari cara kerja fotografer lain. Cara fotografer lain mengambil gambar akan menjadi sumber inspirasi bagi Anda. Banyak hal yang sebelumnya tidak terpikirkan menjadi jelas setelah melakukan pengamatan. ATM: amati, tiru, modifikasi untuk mendapatkan hasil yang lebih baik.

11. Selalu siap. Pastikan saat hati dan pikiran bilang “Shoot!”, kamera Anda telah siap ditekan. Jangan sampai kamera/ponsel Anda masih ada di kantong celana, di dalam tas, atau ketinggalan di toilet.

12. Miliki ponsel atau smartphone berkamera. Kesebelas tips di atas tidak berguna tanpa tips terakhir ini.


*)Sumber: Richard Koci Hernandez jurnalis multimedia & street photographer.
http://tekno.kompas.com
http://blog.innofoto.com
**)Editor: Reza Wahyudi
Muhammad Hafiizh (afii photography)

Cara Merawat Kamera DSLR yang Benar


Pada zaman sekarang ini Siapa yang tak kenal dengan kamera digital DigiCam? Namun tak semua dari para pengguna kamera mengetahui bagaimana cara merawat kamera dengan benar agar terhindar dari kerusakan dan berumur panjang.
Berikut ini adalah beberapa tips perawatan kamera, agar kamera bisa berfungsi dengan baik dan maksimal serta berumur panjang :


1. Jauhkan dari Kapur Barus
Kapur barus termasuk benda perusak yang sangat 'ampuh' terhadap kamera, yang dapat menyekat-nyekat kamera dan bagian kamera yang lain, yang berbahan dasar karet. Pada kamera elektronik, kapur barus bisa merusak jalur pada PCB (Printed Circuit Board), yaitu tempat chip-chip kamera terpasang dan beberapa elemen chip itu sendiri. Bahka uap kapur barus itu juga dapat menodai dan membuat 'flek' pada lensa.

Sebaiknya, simpanlah kamera di tempat yang kedap udara, sejuk dan kering. Jika harga lemari khusus untuk penyimpanan kamera terlalu mahal bagi anda, anda bisa mencari media penyimpanan alternatif sebagai penggantinya. Seperti misalnya, anda dapat menyimpan kamera dalam stoples yang tertutup rapat dan di dalamnya diberi silica gel, untuk menyerap kelembabannya.

Atau, anda bisa juga menyimpannya dalam lemari yang telah diatur sirkulasi udara dan kelembabannya. Caranya, dengan memasang lampu berkekuatan 5 watt dan diletakkan pada jarak kurang lebih 40 cm di atas kamera dan perlengkapan yang lainnya. Jangan lupa untuk membuka pembungkus kamera dan membersihkannya dari debu sebelum menyimpannya.

Ingat, kerusakan kamera yang diakibatkan oleh kapur barus biasanya tak bisa diperbaiki lagi. Maka, jangan sekali-kali menyimpan kamera di dalam lemari apapun yang telah diisi kapur barus atau kamper pengharum pakaian.


2. Hindari Kontak Langsung dengan Sinar Matahari
Jagalah kamera agar jangan sampai terjemur atau terkena cahaya matahari secara langsung dan berlebihan. Panas yang tinggi dapat merusak bagian-bagian kamera yang terbuat dari plastik dan karet, serta komponen elektronik yang lainnya.


3. Jagalah dari Goncangan yang Berlebihan
Jangan lupa untuk menaruhnya di dalam tas khusus kamera, guna menghindari guncangan yang berlebihan dengan lingkungan luar maupun benturan antar peralatan. Taruhlah kamera di tempat yang aman dan tahan terhadap guncangan.


4. Bersihkan Kamera dan Lensa
Sebaiknya kamera dibersihkan seminggu sekali atau secara teratur dan berkala. Untuk bagian luar fisik kamera, gunakan lap kering yang bersih dan tak kasar. Sedangkan untuk bagian dalam dan elemen-elemen kecilnya, gunakan blower atau peniup yang banyak dijual di toko kamera. Selain blower, juga bisa digunakan kuas berserabut halus, yang belum pernah dipergunakan pada benda yang lain.

Untuk membersihkan lensa yang terkena noda, misalnya terkena jari yang berminyak atau air keringat dari pemakai, pakailah tissue khusus yang banyak dijual di toko


5.Hindari Goresan pada Lensa
Untuk menghindari goresan, sebaiknya lensa mempunyai filter ulir yang terpasang permanen di bagian depannya. Filter yang umum menjadi pelindung adalah jenis filter UV (Ultra Violet) atau filter skylight. Sedangkan untuk menghindari goresan di bagian belakang lensa, usahakan selalu memasang 'bodycup' penutup saat lensa dilepas dari badan kamera.


6. Hindari Air Laut
Jika anda menggunakan kamera di pantai, jagalah agar kamera tak terkena air laut atau bahkan jatuh ke dalamnya. Air laut sangat jahat dan penyebab karat yang potensial terhadap kamera ataupun perangkat elektronik yang lainnya. kecuali yang memang dirancang untuk bisa beradaptasi dengannya.

Sehabis digunakan di daerah pantai, pembersihan kamera wajib dilakukan sesegera mungkin. Uap air laut seringkali meninggalkan butir-butir garam yang menyebabkan karat pada kamera. Jika suatu saat, tanpa sengaja kamera anda tercebur ke dalam air laut, langsung rendam kamera anda ke dalam air tawar, kemudian bilaslah berkali-kali untuk menghilangkan bekas-bekas air laut.

Proses pengrusakan oleh air laut berlangsung sangat cepat dan dalam hitungan menit setelah tercebur, sehingga bila pembilasan air ini tidak dilakukan sesegera mungkin, kamera yang tercebur ke dalam air laut tak akan bisa diselamatkan. Setelah dibilas hingga bersih dari air laut, bawa segera ke ahli servis kamera untuk membersihkannya dan mengeringkan kamera tersebut.


7. Service di Tempat Terpercaya atau Resmi
Secara berkala, dalam kurun waktu tertentu, sebaiknya kamera digital diservis ke tempat khusus, terpercaya dan malah lebih bagus yang resmi. Jangan tunggu kamera rusak kemudian baru diservis. Servis yang dimaksud adalah 'servis besar', yang meliputi pembersihan bagian dalam kamera, seperti pembersihan lensa dari jamur yang menempel atau juga penyesuaian setelan-setelan utama kamera.

Jangan terlampau sering mencuci lensa atau membersihkan bagian dalamnya bila berjamur. Kaca lensa begitu peka. Makin sering dibersihkan, dapat mengakibatkan mutu gambar akan menurun. Untuk menjaga dan merawatnya, sebaiknya jangan disimpan di lemari pakaian anda, karena hal itu akan berpotensi mengundang jamur yang menempel di lensa bagian dalam kamera.


8. Simpan di tempat khusus
Buatlah rumah bagi kamera kita kalo kamera itu udah jadi sang istri kamu, agar sang istri bisa istirahat dengan nyaman dan sewaktu di ajak bercinta dia bisa memuaskan kamu (weduh kok jadi gini):
  • Gunakan dengan media Kaca, Fiber atau yang laen tapi jangan kayu
  • Berbentuk kotak tertutup
  • Beri pintu yang memberikan akses untuk keluar masuk dengan nyaman
  • Musti alasanya empuk. Bisa di kasih kain,busa, spon dll
  • Ukuran sesuai selera dan kebutuhan
  • Dari pada beli tempat khusus kamera (hard pack) mending cukup sediakan uang sekitar 200ribu trus datang ke tukang kaca… trus ngobrol sama mereka model dan keinginan kita. Tunggu 2 hari jadi deh.


9. Agar terhindar dari jamur :
  • Beri silica gel (ini biasanya terdapat di toko kimia) atau minta di apotik aja gratis kok (kalo toko apotiknya orangnya baik lho). Kira-kira 2 bulan di ganti yah.
  • Beli penyerap udara namanya “serapair” kalo punya saya merknya Bagus. Hehehe agak susah nih nyariknya biasanya terdapat di mall-mall kelas menengah. Kalo di jogja cuman terdapat di mirota kampus. Sangat efektif tuh, jadi jika serapair itu di kasih di rumah kamera kita dia akan mengotrol tingkat kelembabannya dengan dia serap. Nanti keliahatan kok air yang dia serap.
  • Rumah itu harus yang sejuk, kering dan kedap udara
  • Gunakan Teh juga bisa. Ambil teh (bukan teh celup lho.. kalo itu buat saya aja) trus kasih di wadah trus di taruh di deket kamera
  • Penggunaan lampu. Gunakan lampu 5 watt dan letakkan pada jarak kurang lebih 40cm di atas kamera. Tapi saya tidak menggunakannya karena panas yang di timbulkan oleh lampu yang berfungsi untuk menghangatkan ruang itu akan menjadi bumerang jika lampu di hidupkan sepanjang waktu dan kamera kita di pernah keluar dari situ, maka yang terjadi adalah panas itu malah merusak komponen kamera yang terbuat dari karet.

10. Don’t do that

  • Menaruh rumah kamera terkena cahaya langsung karena dapat merusak komponen-komponen di dalamnya. Demikian pula dengan perpindahan suhu yang ekstrem (dari panas ke dingin atau sebaliknya)
  • Penggunaan kapur barus dapat merusak jalur pada PCB (Printed Circuit Board), yaitu tempat chip-chip kamera terpasang dan beberapa elemen chip itu sendiri. Bahkan uap kapur barus itu juga dapat menodai dan membuat ‘flek’ pada lensa.
  • Menaruh kamera didalam tas kemera atau bungkus kamera dengan waktu yang lama.


11. Kamera dan lensa juga perlu perlu mandiKapan waktu yang tepat untuk mandi ? trus perlu sabun, sampho, dan odol ndak yah….(emang loe..hehehe). Waktu yang tepat untuk membersihkan body kamera, lensa dan alat alat yang lain adalah setelah selesai sesi pemotretan. Sampeyan musti beli alat pembersih yang komplet itu di toko kamera harganya sekitar 50 rebuan. Ada blower, kuas, oil lensa, kertas pembersi dan kain halus.
Cara mandi yang baik dan benar (halah kayak apa aja…hihihi) :

  • Pertama gunakan blower dahulu agar butiran-butiran kotoran lepas dari body dan lensa agar tidak terjadi goresan saat menggunakan lap/kain
  • Kedua gunakan kuas
  • Ketiga gunakan kain khusus yang telah di beli cairan khusus untuk membersihkan selain kaca lensa
  • Keempat gunakan kertas khusus yang telah di olesi cairan khusus untuk bersihin kaca lensa
  • Kasih cium pada kamera hehe..

12. Hati-hati penggunaan di kamera di pantai
Pantai anginnya sangat seger sekali bagi orang yang banyak masalah seperti saya ini tapi angin pantai itu mengandung garam yang dapat merusak dengan cepat kamera. Garam rasanya asin kalo kamu pengin tau yang artinya tidak manis, kalo manis berarti kita semua akan suka (walah oot lagi saya hehehe)
Udara pantai gampang sekali merusak kamera kita, entah itu membuat jamur atau membuat karat di benda yang terbuat dari besi di kamera kita.
Apa yang perlu dilakukan :

  • Jangan mengganti lensa dipantai karena itu menyebabkan udara yang mengandung garam masuk kedalam kamera kita
  • Gunakan lensa filter untuk pelindung lensa agar seandainya tergores atau menjamur yang pertama kena adalah lensa filternya. Biarin aja lensa filternya yang rusak kan harga nya murah sekitar 50 rebuan.
  • Jika tidak benar2 dibutuhkan untuk motret jangan di keluarkan dari tas kamera
  • Yang paling parah jangan pernah menceburkan kamera ke air laut kalo masih pengen tadi photograper. Ada kejadian tuh saking asiknya motret model di pantai dengan pakean sexsy photograpernya ikutan nyemplung di pantai trus ada ombak trus dia jatuh bersama kamera.. trus sekarang dia jadi pengangguran dah.. hahaha
  • Setelah selesai pemotrean yang harus dilakukan adalah bersih-bersih kamera tentunya diluar area pantai.. sebab secara kasat mata angin pantai yang mengandung garam itu menempel di kameramu. Hati-hati saat membersihkan karena banyak sekali butiran-butiran yang bisa membuat lecet kamera. Gunakan bolwer dan kuas dengan maksimal. Oh aksesoris yang lain juga perlu di bersihkan terutama penutup lensa, flash dan tas kamera.

13. Pengaman LCD
Bukan hanya saat bercinta aja yang pakek pengaman agar lebih nyaman hehehe (dasar otak kotor ..) LCD kamera kita juga butuh pengamanan karena LCD kamera biasanya gampang sekali tergores apalagi saat kita menjepret biasanya hidung dan pipi kita menempel di LCD yang membuat jadi burem dan berminyak.
Nah yang perlu kamu lakukan adalah :

  • Membeli alat pelindung yang telah direkomendasikan untuk kameramu dari pabriknya. Biasanya mahal tuh.
  • Kalo saya pakek yang murahan tapi berkwalitas yaitu menggunakan plastik pelindung LCD hand phone, biasanya terdapat ditoko Hp dan harganya sekitar 40 rebuan. Namun ukurannya pasti ndak ada yang sesuai dengan kameramu, maka dari itu cara amannya beli yang ukuran lebih gede dari ukuran LCD mu trus kamu potong sesuai dengan ukurannya. Hati-hati saat pemasangan karena pemasangan yang tidak pas menyebabkan menceng (apa yah bahasa indonesianya yah…) dan terjadi gelembung-gelembung angin pada plastik pelindung.. tapi kamu musti pasangan sendiri hehehe soalnya ditempat kamu beli pelindung itu ndak bakal mau masangin karena mereka juga ndak bakal berani masang hehehe

14.Pengaman Lensa
Gunakan filter pengaman lensa agar lensa bawaan terlindungi dari debu dan goresan. Beli aja di toko kamera namanya filter UV harganya sekitar 50 rebu tergantung merk. Tapi untuk kwalitas sama aja kok. Fungsinya cuman untuk pelindung aja.



*)Sumber: http://www.indonesiaindonesia.com
http://iniangkasa.wordpress.com
http://www.aziscs1.com
**) Editor: Muhammad Hafiizh (afii photography)